Jakarta (KABARIN) - Pacific Caesar Surabaya mengambil keputusan sulit dengan memutus kontrak Miguel Miranda akibat cedera hamstring, sebagai langkah untuk menghentikan tren negatif tim.
Direktur tim Irsan Pribadi Susanto menyebut cedera Miranda membuat manajemen tidak punya banyak pilihan karena tim butuh kontribusi maksimal dari semua pemain untuk keluar dari tren kalah 10 kali berturut-turut di IBL musim ini.
“Kami tidak bisa menunggu selama itu, dengan situasi yang sekarang,” kata dia dalam laman IBL, Kamis.
Kekalahan beruntun sejak awal musim memaksa Pacific mengevaluasi komposisi tim, termasuk pemain asing. Miranda sendiri bukan wajah baru bagi Laskar Kenjeran.
Musim 2025, ia tampil impresif dengan rata-rata 20,6 poin per laga, 6,5 rebound, 3,8 assist, dan 1,3 steal dari 26 pertandingan. Performa itu membuat manajemen memanggilnya kembali musim ini.
Namun, ia baru bergabung sebagai pengganti Dino Butorac setelah Pacific menelan empat kekalahan beruntun bulan lalu. Dalam dua laga musim ini, Miranda mencetak 14 poin, 4,5 rebound, tiga assist, dan dua steal sebelum cedera menghentikannya.
Menurut Irsan, cedera hamstring, meski ringan, membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga minggu, sedangkan kondisi parah bisa sampai tiga bulan.
“Kami menghargai profesionalisme Miranda, tetapi kebutuhan tim saat ini mengharuskan kami mencari pemain yang siap tampil tanpa kendala cedera,” kata dia.
Selain Miranda, Pacific juga melepas Gregoryshon Magee. Tim kini mencari dua pemain asing baru untuk meringankan beban Adonnecy Joshua Bramah dalam mendongkrak performa pada paruh kedua musim.
Pada laga terakhir melawan Satya Wacana Salatiga, Pacific kalah 67-84 di Semarang pada Sabtu (14/2). Hingga pekan ketujuh, Pacific menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026